Minggu, 09 Maret 2008

moto gp dan indonesia

Senin diri hari, musim Moto GP kembali dimulai. Berarti jadwal menonton saya bertambah. Apalagi, seri tahun ini banyak muka baru yang bermunculan. Saya sangat berharap akan tumbuh pembalap-pembalap seperti Casey Stoner yang mampu menjadi rival berat bagi juara dunia lima kali Rossi. Hadirnya pembalap-pembalap baru ini (Lorenzo dan Davioso) saya pikir akan menambah gerak jantung kita berdetak cukup cepat saat menyaksikan adu jet darat roda dua tersebut.
Tapi, ada yang lebih baru man. Di kelas 250 cc yang biasanya digeber sebelum moto GP, ada orang Jawa (maksudnya Indonesia) ikut balapan. Dan, di motornya ada bendera negara kita tercinta. Sungguh pemandangan baru. Memang sebelumnya, Doni (nama pembalap itu) sempat beberapa kali tampil di ajang tersebut. Tapi ya, cara orang baru bos, cuma numpang lewat aja. Itu pun nggak sampe race selesai (mungkin cape kali yah).
Tahun ini, teman kita itu akan menjadi pembalap reguler. Yang saya tahu sih, itu berarti the man from Indonesia itu akan terus membalap di setiap seri 250 cc. Kalau saya baca di tulisan media online, katanya, jangan berharap banyak dulu kalau Doni bisa memberikan prestasi (juara). Kata media itu, nasionalisme justru yang harus dikedepankan. Karena ini sejarah bagi Indonesia menempatkan pembalapnya dalam ajang yang dulu dominan diikuti jeme-jeme dari Spanyol dan Italia.
Kalau saya sih, itu bener juga. Juara nanti aja deh, kan Indonesia memang lagi paceklik juara. Doni keliling aja di lap itu bawa bendera merah putih. Biar orang-orang itu tahu, Indonesia bisa juga jadi pembalap. Meski untuk tahap awal, ya, cukup muter-muter dulu di lintasan, ngabisin bensin sambil ikut memanaskan iklim, he..he..he..

Tidak ada komentar: